Kelelahan Jadi Penyebab Kekalahan Arsenal? Begini Jawaban Mikel Arteta

 

http://youth-be-told.com/wp-content/uploads/2020/01/john-fleck_b68797c.jpg

BERITA BOLA ONLINE Mikel Arteta buka suara perihal tudingan masalah fisik skuad Arsenal usai ditahan imbang Sheffield United 1-1 di Emirates Stadium, Sabtu (18/1/2020). Dia yakin timnya dalam kondisi baik.

Hasil imbang ini menegaskan kembali masalah Arsenal. Mereka bisa unggul terlebih dahulu, tapi tidak bisa menuntaskan pertandingan. Kekurangan ini memberikan kesempatan bagi tim lawan untuk menyamakan kedudukan di akhir laga.

Pola seperti ini sudah beberapa kali terjadi, yang memunculkan pertanyaan besar perihal kondisi kebugaran pemain. Arsenal beberapa kali kebobolan di 10 menit akhir, ketika pemain-pemain mereka tampak kehabisan tenaga untuk mengejar bola.

Kelelahan bisa jadi penyebab utama kelengahan di 10 menit akhir, tapi Arteta yakin timnya tidak bermasalah. Dia justru menyoroti permainan apik timnya yang bisa menekan lawan hampir selama 90 menit.

“Saya kira mereka semua [pemain Arsenal] memberikan segalanya dan saya kira mereka benar-benar mencoba. Saya kira kami telah membuat lawan tertekan sepanjang waktu,” kata Arteta

“Dan kami tidak membiarkan mereka bermain menyerang seperti biasanya, untuk memenuhi area sayap dan mengontrol lini kedua, atau mengalirkan bola ke kotak penalti.”

BACA JUGA :Resmi Gabung Inter, Ashley Young Belum Bisa Tampil Lawan Lecce

Lebih lanjut, Arteta yakin kasus 10 menit terakhir ini memang biasa terjadi. Arsenal harus fokus mencari gol kedua atau ketiga untuk menuntaskan pertandingan lebih cepat, bukan mengkhawatirkan 10 menit akhir.

“Mungkin pada 5 sampai 10 menit pertama, kami harus sedikit mencari tahu arah pertandingan tetapi setelahnya saya kira kami bermain baik. Lalu ketika Anda unggul 1-0, pada 10 menit terakhir pertandingan pasti ada perubahan,” imbuh Arteta.

“Mereka berubah jadi empat bek dan mereka mulai mengirimkan banyak pemain ke depan, lalu pada satu kesempatan mereka memiliki enam pemain untuk menyerang.”

“Lebih sulit mengontrol pertandingan ketika lawan memainkan bola-bola panjang atau memanfaatkan bola pantulan seperti ini. Itu tidak mudah,” tutupnya.

Sumber : Berita Bola Online.