Inilah ‘Wir Leben Dich’, Roh Kehidupan Schalke 04

http://youth-be-told.com/wp-content/uploads/2020/01/schalke-1_b14d171.jpg

BERITA BOLA DUNIA – Di dunia sepakbola, nama Schalke 04 dikenal sebagai salah satu tim top asal Jerman. Namun pamor mereka masih kalah dari dua raksasa Jerman lainnya, yaitu Bayern Munchen dan Borussia Dortmund di mata pecinta sepakbola pada umumnya.

Namun tahukah kalian bahwa tim berjuluk ‘The Royal Blues‘ ini merupakan klub terpopuler di Jerman? Bagaimana bisa?

Sederhananya, karena status mereka yang unik di sejarah sepakbola Jerman. Nama Bayern Munchen dikenal sebagai klub besar, namun tidak semua pecinta sepakbola Jerman menyukai tim berjuluk Die Roten tersebut.

Sementara Schalke 04 yang konsisten menjadi penantang gelar dari tahun ke tahun tidak mendapatkan resistensi sebesar Bayern. Namun mereka punya resistensi yang keras dari para fans Borussia Dortmund yang terkenal menjadi rival abadi mereka dalam berpuluh-puluh tahun belakangan ini.

Ya, ‘Hidup Kami adalah Hidupmu’ adalah terjemahan dari filosofi Schalke yang dalam bahasa Jerman disebut ‘Wir Leben Dich’. Filosofi ini terkenal karena Schalke begitu memperhatikan fans mereka dan fans mereka begitu memerhatikan klub.

Salah satu reputasi apik Schalke adalah para penggemar Mereka terkenal karena membayar penuh operasional klub, sekurangnya lebih dari 100.000 anggotanya melakukan hal tersebut. Mereka secara tidak langsung juga memiliki klub dan berpengaruh cukup besar terhadap cara klub dijalankan dan cara klub melayani mereka. Para penggemar bahkan memiliki perwakilan dewan dengan kekuatan penuh untuk mem-veto setiap transfer yang melebihi angka 300.000 euro.

7.000 fans yang bertandang secara teratur melakukan perjalanan pada hari H dengan cara yang meriah, riuh dan menyenangkan. Di kompetisi yang diramaikan oleh stadion yang ramah keluarga dengan tiket relatif murah serta tribun yang aman, makanan murah, dan bir yang enak, Schalke masih yang terbaik dari yang lain. Tiket musiman rata-rata berharga 300 euro. Ini juga “termasuk” harga ongkos kereta bawah tanah dengan cukup tunjukkan tiket ke kondektur kereta — ya, mereka juga melakukannya. Tiket pun juga mudah didapat pada hari H.

Entah bagaimana sesuatu yang aneh pernah terjadi ketika para penggemar Galatasaray ketahuan masuk ke VELTINS-Arena tahun lalu. Seolah dua budaya fanatik yang setia dan berkomitmen berpapasan di satu tempat. Jika ada satu barisan penggemar yang paham akan motivasi dalam mengambil sekop untuk kemudian mulai menggali lorong demi melihat idola mereka lebih dekat, itu akan menjadi milik fans Schalke.

BACA JUGA :Ini Rahasia Penampilan Ciamik Thibaut Courtois di Real Madrid

Tapi, ide seperti itu hampir tidak perlu. Ingin menghabiskan waktu tambahan di dekat para pemain di luar waktu permainan? Catat saja jadwal latihan mereka. Fans diundang dan digoda untuk melipir. Ini adalah salah satu cara klub untuk dapat tetap terkoneksi dengan dukungan dan merasakan kecintaan penggemar di dalamnya.

Stadion mereka adalah VELTINS-Arena – sangat tepat untuk klub seperti Schalke dengan sponsor mereka adalah satu perusahaan bir lokal. Klub ini selanjutnya disponsori oleh Gazprom, perusahaan multinasional yang juga sponsor Liga Champions.

Ini membuktikan bahwa meski pun klub penuh dengan nilai tradisional dan slogan “penggemar yang sebenarnya di stadion yang sebenarnya,” hal tersebut telah menciptakan transisi yang sangat mulus bagi Die Königsblauen, dari yang awalnya klub lokal ke perusahaan internasional besar. Schalke juga biasanya selalu
masuk dalam 15 besar daftar klub terkaya di dunia versi Forbes.