Luke Shaw Kritik Strategi Jose Mourinho di Manchester United

http://youth-be-told.com/wp-content/uploads/2019/08/3490280752.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Bek Manchester United, Luke Shaw, sedikit menyentil strategi yang diterapkan Jose Mourinho pada musim lalu. Ia merasa bahwa klubnya tidak bermain seperti yang semestinya.

Musim ketiga Mourinho di Manchester United hanya bertahan sampai Desember 2018 lalu. Pelatih asal Portugal tersebut dipecat menyusul serangkaian hasil buruk yang diterima the Red Devils di ajang domestik seperti Premier League.

Laga kontra Liverpool menjadi puncak dari kesabaran manajemen Manchester United terhadapnya. Pada pertandingan tersebut, MU hanya mampu mencetak gol berkat aksi Jesse Lingard sementara gawangnya digasak tiga kali oleh Sadio Mane dan Xherdan Shaqiri.

BACA JUGA : Masihkah Van Persie Gabung MU Andai Tahu Ferguson akan Pensiun?

Manchester United lalu menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai suksesornya. Harapan sempat terlihat, di mana mereka sukses meraih sejumlah kemenangan penting. Namun penurunan kembali terlihat di akhir musim hingga mereka harus terdampar di posisi enam.

Harus diakui, MU tampil buruk di musim lalu. Banyak yang menuding strategi Mourinho sebagai biang kerok dari keterpurukan klub raksasa Inggris tersebut. Strategi defensif yang kerap ia terapkan membuat penampilan mereka tampak monoton dan tak menarik.

Shaw pun sepertinya sependapat dengan anggapan tersebut. Ia merasa bahwa klub sebesar Manchester United seharusnya bisa mengontrol penguasaan bola dan jalannya permainan.

“Kami adalah Manchester United,” tutur Shaw kepada berita bola online. “Kami seharusnya bisa mendapatkan penguasaan bola yang lebih banyak dari beberapa tahun terakhir. Kami sering mengerjakan itu dalam musim panas ini,” sambungnya.

Jelas, torehan Manchester United di musim lalu membuat Shaw kecewa. Terutama jika melihat klub-klub Inggris berjaya di kompetisi bergengsi lainnya seperti Liga Champions dan Liga Europa. Seperti yang diketahui, dua final kompetisi itu dimainkan oleh klub Inggris.

“Kami semua sangat kecewa. Rasanya lebih sakit saat ada banyak klub Inggris sekitar kami yang bermain di final dan tampil dengan sangat baik sementara kami sedang berlibur,” lanjutnya.

“Tak ada yang bisa kami lakukan selain menyaksikan permainan dan berpikir. Tentu saja itu sakit. Kami semua merasakannya. Kami harus membuktikan banyak hal di musim ini dan saya yakin kami mampu melakukannya,” tandasnya.

Ajang pembuktian perdana Manchester United digelar pada akhir pekan ini, dengan Chelsea sebagai lawannya. Partai pertama mereka di ajang Premier League tersebut bakal diselenggarakan di markas kebanggaannya, Old Trafford.