Luka Jovic Datang, Bagaimana Nasib Karim Benzema di Madrid?

http://youth-be-told.com/wp-content/uploads/2019/06/i.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Belum lama ini, Luka Jovic diperkenalkan sebagai penggawa anyar Real Madrid untuk musim 2019/2020 mendatang. Kedatangan pemain berumur 21 tahun tersebut mengundang pertanyaan publik soal masa depan penyerang lainnya, Karim Benzema.

Dalam beberapa tahun terakhir, Real Madrid kerap menggunakan formasi dengan satu penyerang. Dan posisi ujung tombak tersebut kerap diisi oleh Karim Benzema. Banyak penyerang yang datang dan pergi, tapi Benzema tetap tak tergantikan.

Pada musim 2017-2018 lalu, performanya sempat melempem dan mengundang rumor bahwa dirinya akan didepak. Namun setelah Cristiano Ronaldo memutuskan hengkang ke Juventus, ia secara perlahan menjelma menjadi striker andalan Madrid musim ini.

Total 30 gol dan 11 assist berhasil ia koleksi dari 53 penampilannya di semua kompetisi. Itulah kenapa publik yakin bahwa penyerang asal Prancis tersebut akan kembali menjadi tumpuan Real Madrid pada musim depan.

Namun keraguan timbul setelah Madrid mengumumkan perampungan proses transfer Luka Jovic dari klub Jerman, Eintracht Frankfurt. Pria berumur 21 tahun itu memang sedang panas, dengan catatan 27 gol dari 48 penampilan di semua kompetisi.

BACA JUGA : Sadap Pengguna Telepon Pintar, La Liga Didenda 4 Milyar Rupiah!

Torehan itu membuat Madrid sampai rela menggelontorkan uang sebesar 60 juta euro. Dan nilai transfer yang tinggi itu diyakini tidak akan membuat Jovic menjadi penghangat bangku cadangan saja di Santiago Bernabeu.

Posisi serta peran Jovic di Frankfurt cenderung mirip dengan Benzema. Alhasil, kemungkinannya, mantan penyerang Olympique Lyon itu akan lebih banyak menyaksikan rekan setimnya dari pinggir lapangan berhubung umurnya yang sudah mencapai kepala tiga.

Tentu saja, itu bukan satu-satunya opsi yang dimiliki oleh Real Madrid. Sang pelatih, Zinedine Zidane, mungkin saja bisa menerapkan formasi lain demi mengakomodir ketajaman Benzema beserta Luka Jovic pada musim depan.

Formasi 4-4-2 adalah yang paling memungkinkan dengan materi pemain klub berjuluk Los Merengues tersebut sekarang. Dengan begitu, Benzema dan Jovic bisa saling bantu dalam membongkar pertahanan lawan-lawannya.

Eden Hazard, yang juga rekrutan anyar, bisa dioperasikan di sisi sayap bersama Lucas Vazquez atau Marco Asensio. Resikonya, lini tengah Madrid bisa saja menjadi melompong dan membuat Zidane harus berpikir keras memilih salah satu di antara Luka Modric dan Toni Kroos.

Yang pasti, satu posisi gelandang sudah hampir pasti dimiliki oleh pemain asal Brasil, Casemiro. Kemampuannya dalam merusak permainan lawan tentu saja diperlukan, dan menduetkan Modric dan Kroos sekaligus bisa merusak ritme permainan Los Merengues.