Son Heung-min Mengaku Pernah Dapat Pelecehan Rasis di Inggris

http://youth-be-told.com/wp-content/uploads/2019/04/son-heung-min-cropped_gpzv0pdvr49y1y08zb57q2owd.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Bintang Tottenham Hotspur, Son Heung-min secara blak-blakan mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi korban pelecehan berbau rasisme selama berkarier di Inggris.

Belakangan ini isu rasisme kembali cukup marak diperbincangkan. Beberapa pemain berkulit hitam menjadi sasaran pelecehan oleh sejumlah suporter dalam sebuah laga sepak bola.

Pekan lalu, rekan setim Son di Spurs, Danny Rose yang mendapat pelecehan rasisme ketika memperkuat tim nasional Inggris mengakui bahwa masalah rasisme ini sudah keterlaluan dan akan menimbulkan dampak luar biasa jika tidak segera ditindak.

Son bermain di Inggris sejak digaet Spurs dari Bayer Leverkusen pada 2015 silam. Sejak saat itu pemain asal Korea Selatan tersebut menjadi andalan di lini depan The Lilywhites.

“Kita beberapa kali membicarakannya. Saya juga mendapat masalah rasisme sejak bermain di Inggris. Saya rasa reaksi terbaik [terhadap masalah rasisme] adalah dengan tak bereaksi terhadap apa pun,” ujar Son seperti dikutip berita bola online.

BACA JUGA : Mesut Ozil Dinilai Tidak Jera Pasca Diparkir Unai Emery

“Kita bermain sepak bola sebagai manusia. Tak penting dari negara mana kamu berasal. Kita memainkan satu olahraga. Kita seharusnya melindungi para pemain yang mendapat masalah rasisme dan bersama-sama melawan. Saya rasa itulah yang terpenting,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Son menegaskan dukungan dirinya dan seluruh skuat Spurs untuk Rose yang sempat mengaku kehilangan kepercayaan terhadap sepak bola.

“Kita tak membicarakan masalah ini [di ruang ganti] karena jika kalian bertanya pada pemain, mungkin mereka tak akan mau membicarakannya. Jika Danny [Rose] datang pada kami, maka tentu kami akan mencoba membantu,” tutur Son.

“Sebagai pemain, kita harus melindungi diri kita dan rekan setim kita. Kami harus berjuang bersama-sama. Kami juga melawan tim lain, tapi kami sama-sama seorang pesepakbola, sama-sama manusia, dan kami harus berjuang bersama-sama untuk hal ini,” tegasnya.