Meski Picu Kontroversi, UEFA Percaya Kinerja VAR Sudah Oke

http://youth-be-told.com/wp-content/uploads/2019/02/var_1cbeaq22r1yqr1ie8bl8c8hh1s-390x285.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Video Assistant Referee (VAR) mengundang kontroversi di laga antara babak 16 besar Liga Champions antara Real Madrid melawan Ajax hari Kamis (14/2) lalu. Namun bagi federasi tertinggi Eropa, UEFA, kinerja teknologi tersebut layak diacungi jempol.

Debut VAR dimulai dalam laga yang mempertemukan Manchester United dengan PSG hari Rabu (13/2). Pertandingan itu sendiri, juga laga antara Porto melawan AS Roma yang berlangsung di hari yang sama, berjalan dengan mulus.

Namun pada hari selanjutnya, VAR sudah mengundang reaksi negatif dari berbagai kalangan. Sebab klub raksasa Spanyol, Real Madrid, disebut diuntungkan oleh teknologi tersebut sehingga mampu mengalahkan Ajax Amsterdam.

Kontroversi terjadi saat wasit menganulir gol Ajax yang diciptakan oleh Nicolas Tagliafico di babak pertama. Setelah melihat tayangan ulang VAR, ia menganggap bahwa Tagliafico beserta pemain lainnya, Dusan Tadic, berada dalam perangkap offside.

BACA JUGA : Hamsik Resmi Tinggalkan Napoli Menuju Tiongkok

Namun publik meyakini bahwa keputusan wasit salah, sebab dalam tayangan ulang keduanya berada dalam posisi yang sah. Hal itu menjadi bahan perbincangan hingga akhirnya istilah ‘Video Assist RealMadrid’ terucapkan.

Namun UEFA, diwakili oleh kepala petugas wasit Roberto Rosseti, tak merasa ada yang salah dengan VAR. Bahkan, ia meyakini teknologi tersebut sudah menunjukkan kinerja yang apik.

“Saya sangat senang dengan bagaimana VAR diimplementasikan. Teknologi itu bekerja dengan sempurna, dan tim wasit bekerja pada level yang sangat tinggi. Itu menunjukkan hasil kerja keras yang telah kami lakukan,” ujar Rosseti seperti yang dikutip dari berita bola online.

Lebih lanjut, Rosseti meyakini bahwa wasit dalam laga antara Real Madrid melawan Ajax telah mengambil keputusan yang tepat. Ia menganggap Tagliafico beserta Dusan Tadic berada pada posisi offside dan mengganggu kiper Los Merengues, Thibaut Courtois.

“Seperti yang kami katakan setelah pertandingan di media sosial UEFA, wasit mengidentifikasi bahwa pemain Ajax berada di posisi offside dan mengganggu kiper, menghalanginya untuk bermain atau bisa bermain dengan bola – saat sundulan dilakukan,” tambahnya.

“Ini sudah sejalan dengan protokol VAR dan pembatalan gol sudah benar, serta pemberian tendangan bebas tak langsung untuk offside itu,” tandasnya.

Pertandingan tersebut berakhir dengan kedudukan 2-1 untuk Real Madrid. Gol sang juara bertahan Liga Champions itu diciptakan oleh Karim Benzema dan Marco Asensio, sedangkan Ajax hanya mampu membalasnya melalui aksi Hakim Ziyech