Mata Ungkap Hal yang Membuat Emery Spesial

http://youth-be-told.com/wp-content/uploads/2018/11/GettyImages-922435736.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Gelandang Manchester United Juan Mata mengungkapkan bahwa Unai Emery merupakan sosok manajer yang spesial di matanya karena ia memiliki cara berkomunikasi yang unik dengan para pemainnya.

Emery adalah salah satu pelatih terbaik di Eropa saat ini. Ia pernah menangani tim-tim top seperti Valencia, Sevilla dan PSG.

Dan sekarang ia berlabuh di Arsenal. Klub asal London itu pun sekarang tampil menjanjikan di bawah asuhan pelatih berusia 47 tahun tersebut.

Mata sendiri merupakan mantan anak asuhnya. Ia pernah diasuhnya saat di Spanyol tepatnya saat bermain di Valencia.

Mata sepertinya sangat terkesan dengan mantan pelatihnya itu. Ia menyebut Emery sebagai sosok pelatih unik yang punya cara berkomunikasi yang berbeda dengan pelatih lain yang pernah bekerja dengannya.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam buku autobiografi untuk Emery yang berjudul ‘El Maestro’, dan ditulis oleh jurnalis bernama Romain Molina.

BACA JUGA : Marcus Rashford: Cristiano Ronaldo Anomali Pemain Tua!

“Para manajer yang saya kenal memiliki cara kerja masing-masing. Terlepas dari latihan set pieces (bola mati) yang ditetapkan, saya pikir yang spesial tentang Unai adalah cara dirinya berkomunikasi,” beber Mata seperti dilansir berita bola online.

“Dalam ceramahnya, ia biasa menulis, tiga, empat atau lima hal di papan tulis: itulah poin-poin yang akan ia bahas. Kadang-kadang itu berisi lima frasa atau metafora yang akan ia jelaskan. Saya belum pernah melihat hal itu dengan manajer saya yang lain,” terangnya.

Mata kemudian membeberkan poin-poin apa saja yang biasanya dibicarakan oleh Emery. Dan setelah mulai berbicara, ia menyebut Emery bisa mengoceh begitu lama, sampai lupa waktu.

“Mereka biasanya berkisar di sekitar frase tentang rasa positif, persahabatan, nilai-nilai yang ingin ia ciptakan dalam timnya. Untuk melakukan itu, dia melakukan sesuatu yang tidak dilakukan orang lain, yaitu, ia berkomunikasi melalui poin-poin yang ditulisnya,” tuturnya.

“Ceramahnya bisa terus berlanjut karena ia tidak memperhatikan waktu dan terus berbicara, tetapi apa yang ia katakan selalu intens, dan ia akan mengajukan pertanyaan kepada Anda. Itu mengubahnya menjadi semacam seminar yang menyatukan seluruh kelompok,” tandasnya.