Sarri: Gol Morata Favorit Saya

http://youth-be-told.com/wp-content/uploads/2018/10/Chelsea-News-Alvaro-Morata-Hat-Trick-Arsenal-Record-858028.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Manajer Chelsea, Maurizio Sarri menyatakan bahwa gol yang dicetak Alvaro Morata merupakan yang paling ia favoritkan musim ini. Gol yang dimaksud adalah gol ketiga Chelsea yang dicetak Morata dalam pertandingan melawan Southampton.

Chelsea memang baru saja meraih kemenangan besar 3-0 saat bertandang ke St Mary’s. Eden Hazard membuka skor dan kemudian Ross Barkley menggandakan keunggulan The Blues. Morata mencetak gopl ketiga Chelsea pada injury time.

Sarri merasa senang melihat gol Morata itu karena prosesnya yang cukup indah. Sarri menyebut gol tersebut mencerminkan gaya sepakbola yang diinginkannya.

Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Sarri memuji para pemain Chelsea yang bekerjasama dengan baik untuk memberikan peluang bagi Morata. Chelsea bisa mengalirkan bola dengan cepat dari kaki ke kaki sembari membawanya ke depan gawang.

Sarri memang ingin sekali melihat timnya bermain dengan satu atau dua sentuhan. Ia menyebut hal itu adalah gaya sepakbola yang diinginkannya.

BACA JUGA : MU Didakwa UEFA Karena Datang Telat ke Old Trafford

“Tentu, sudah pasti. Itu adalah gol favorit saya sejauh musim ini karena saya bisa melihat gaya sepakbola saya di sana. Harusnya memang seperti ini,” ucap Sarri seperti dilansir situs resmi klub.

“Kami mengalirkan bola dengan sangat cepat: satu sentuhan, maksimal dua sentuhan dan kami bisa membawa bola ke gawang dengan cepat. Saya rasa ini lah sepakbola gaya saya.”

Meski menang telak tiga gol tanpa balas, tapi Sarri tidak melihat kinerja Chelsea sudah sempurna. Ia masih menemukan beberapa kesalahan dalam permainan pasukannya dalam laga melawan Southampton itu.

Ia merasa Chelsea harusnya bisa lebih bagus lagi, baik saat menyerang maupun bertahan. Selain itu, ia menilai para pemainnya sudah melakukan beberapa kesalahan dalam menghadapi serangan balik lawan.

“Kami harus bisa lebih baik lagi dalam mengendalikan permainan. Kami masih bisa meningkatkan lagi kinerja kami dalam fase defensif, dan kadang juga dalam fase ofensif. Kami beberapa kali melakukan kesalahan dalam mengantisipasi serangan balik. Sempat ada situasi empat lawan tiga atau tiga lawan dua.”