Jerman, Kutukan Juara Bertahan dan Salah Siapa?

http://youth-be-told.com/wp-content/uploads/2018/06/download.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Timnas Jerman secara mengejutkan tidak mampu lolos dari babak penyisihan grup Piala Dunia 2018. Mengenaskan, sebab Jerman gagal lolos dengan catatan sebagai juru kunci klasemen Grup F.

Kegagalan Jerman tentu saja menjadi sebuah sorotan tersendiri. Sebab, Jerman datang ke Rusia dengan status sebagai juara bertahan. Jerman adalah juara Piala Dunia edisi tahun 2010 silam.

Jerman gagal lolos setelah hanya meraih tiga poin dari tiga pertandingan yang dijalani di Grup F. Der Panzer pun seolah meneruskan sebuah kutukan. Kutukan bahwa juara bertahan selalu mengalami nasib buruk di Piala Dunia.

Jerman datang sebagai unggulan di Piala Dunia 2018. Namun, Mesut Ozil dan kolega justru gagal lolos dari babak grup. Kalah dari Korea Selatan di laga terakhir, membuat Jerman berada di dasar klasemen Grup F dengan tiga poin.
BACA JUGA : Neville Sarankan Inggris Rombak Komposisi Pemain
Capaian Jerman, dikutip dari Opta, jadi penerus rekor buruk Italia dan Spanyol dalam dua edisi Piala Dunia terakhir.

Pada Piala Dunia 2010, Italia datang sebagai juara bertahan tapi kandas di babak grup. Hal yang sama terjadi pada Spanyol di Piala Dunia 2018. Gagal di babak grup, dengan status sebagai juara bertahan.

Mesut Ozil menjadi salah satu pemain yang paling disorot dari kegagalan Jerman. Playmaker Arsenal tampil buruk saat Jerman kalah atas Meksiko pada laga perdana. Jerman kalah dengan skor 1-0 dan Ozil tak mampu berbuat banyak.

Ketika Jerman menang dramatis dengan skor 2-1 atas Swedia, Ozil tidak ambil bagian. Pemain berusia 29 tahun duduk manis di bangku cadangan sepanjang laga berlangsung.

Di laga terakhir, Jerman kalah 1-0 dari Korea Selatan dan Ozil kembali bermain penuh selama 90 menit. Menurut catatan Squawka, Ozil membuat tujuh peluang gol di laga tersebut. Paling banyak dibanding pemain lainnya.

Penjaga gawang Jerman, Manuel Neuer, mengambil resiko besar dengan maju ke depan ketika timnya tertinggal 1-0 dari Korea Selatan. Nahas, situasi itu mampu dimanfaatkan oleh Korea Selatan untuk menambah gol lagi lewat Son Heung-Min.

Neuer, sang kapten timnas Jerman, seperti dikutip dari Squawka, telah membuat dua kesalahan yang berujung pada terjadinya gol. Satu di laga kontra Korea Selatan dan satu lagi saat kalah dari Meksiko.

Pemanggilan Neuer sendiri sejak awal memang menuai pro dan kontra. Dia baru sembuh dari cedera dan tidak bermain secara kompetitif bersama Bayern Munchen. Tapi, Loew tetap percaya pada kiper 31 tahun dan mendapuknya sebagai kapten.