Argentina Tersingkir Karena Gagal Imbangi Permainan Messi

http://youth-be-told.com/wp-content/uploads/2018/06/skysports-jorge-sampaoli-argentina_4266628.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Pelatih Argentina, Jorge Sampaoli menegaskan kegagalan timnya di Piala Dunia 2018 Rusia disebabkan oleh susunan skuat yang tak mampu mencapai level permainan Lionel Messi. Dia percaya Messi gagal menampilkan permainan terbaiknya saat bermain untuk La Albiceleste.

Argentina baru saja disingkirkan Prancis setelah melakoni partai 16 besar yang berakhir dramatis dengan skor 3-4 untuk kemenangan Les Bleus, Sabtu (30/6) malam WIB. Messi lagi-lagi menjadi sorotan di laga tersebut.

Meski mencatatkan dua assist, Messi nyaris menghilang sepanjang laga. Megabintang Barcelona ini hanya mampu melakukan empat percobaan tembakan ke gawang, cuma satu yang tepat sasaran. Messi hanya tiga kali sukses menggiring bola melewati para pemain Prancis.

Satu-satunya peluang emas Messi saat mencoba menendang bola keras ke gawang Hugo Lloris, yang terbentur kaki Gabriel Mercado dan berbuah gol kedua Argentina.

Sampaoli tak pernah malu mengakui bahwa dia memang merancang tim untuk memenuhi kebutuhan Messi. Dia pun sekali lagi mengatakannya di sesi pers usai terusirnya Argentina, dikutip dari laman resmi FIFA.
BACA JUGA : Rakitic: Modric Pemain Terbaik Kroasia Sepanjang Masa
“Saya pikir alih-alih memiliki ide jelas soal gaya bermain, kami justru beradaptasi pada hal-hal yang dibutuhkan. Kami memang memiliki kebutuhan jelas dan kami harus menang, itulah tujuan utama kami. Hal itu mungkin lebih kuat dari konsep sepak bola kami,” kata Sampaoli.

“Kami memiliki pemain terbaik di dunia (Messi) dan kami harus menciptakan situasi kolektif untuk benar-benar memanfaatkan pemain itu yang bisa memberikan banyak momen hebat untuk kami.”

Argentina sudah mencoba segala taktik untuk memenuhi kebutuhan Messi. Sampaoli bahkan tak pernah menurunkan susunan formasi yang sama di empat laga Argentina pada Piala Dunia kali ini. Tetapi hal itu masih juga tak mempan.

“Kami mencoba banyak taktik berbeda, mengelilingi dia (Messi), menciptakan ruang untuk dia, jadi kami mencoba menggunakan semua yang kami punya untuk membebaskan dia melakukan apa yang bisa dia perbuat.”

“Terkadang kami berhasil melakukan itu, terkadang tidak,” imbuhnya.

Pada akhirnya, Sampaoli tak lagi bisa banyak beralasan. Dia memuji para pemainnya yang sudah bekerja keras, dia juga berterima kasih pada para pemain. Selebihnya, dia frustrasi.

“Para pemain sudah berjuang keras sampai akhir dan mereka nyaris menyamakan kedudukan di akhir laga dan hal itulah yang sangat saya hargai. Mereka sudah bekerja sangat keras dan saya ingin berterima kasih.”

“Saya sedih, saya frustrasi – kiranya itu cukup normal. Kami gagal mencapai tujuan kami di sini, di Rusia,” tandas dia.